Buntok (Humas) Kemarau disertai kabut asap melanda Barito Selatan. Kondisi tersebut mendorong Kantor Kementerian Agama Barito Selatan mengambil inisiatif untuk menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.
Kepala Kemenag Barsel, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengatakan inisiatif tersebut menjadi bagian dari respons keagamaan terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
“Kita mengambil inisiatif untuk melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan. Jajaran pegawai dan siswa juga akan turut mengikuti pelaksanaannya,” kata H. Hairil Saleh.
Salat istisqa tidak sekadar disiapkan sebagai kegiatan keagamaan internal. Kemenag Barsel ingin pelaksanaannya menjadi ruang bersama untuk memanjatkan doa di tengah kondisi kemarau dan kabut asap.
“Kita berharap hujan segera turun. Selain membantu mengatasi kemarau, hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang terjadi di Barito Selatan,” ujarnya.
Untuk mematangkan pelaksanaan, Kemenag Barsel duduk bersama Pengurus Masjid Agung Baiturrahman Buntok. Kepala Kemenag Barsel didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Muhammad Sibawaihi serta Ustaz H. Muhammad Iqbal Jauhari dalam pembahasan persiapan tersebut.
Pengurus Masjid Agung Baiturrahman Buntok, H. Akhmad Akmal Husaen, mengatakan pembahasan difokuskan pada kesiapan pelaksanaan salat istisqa yang dijadwalkan Selasa (1/9/2026) pukul 07.30 WIB di halaman Masjid Agung Baiturrahman.
“Kami duduk bersama membahas kesiapan pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan tertib dan diikuti bersama,” kata H. Akhmad Akmal.
Pelaksanaan salat istisqa diharapkan menjadi ikhtiar bersama di tengah kemarau yang turut memicu munculnya kabut asap. Jika hujan turun, kondisi tersebut diharapkan ikut membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lebih nyaman.