Buntok (Humas) Anak-anak dan orang tua di RA Perwanida ikut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI lewat berbagai perlombaan. Tak hanya menjadi ajang adu seru, kegiatan ini juga dimanfaatkan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, untuk mendorong sportivitas dan kebersamaan sejak dini.
Ketua DWP Kemenag Barsel, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh menyerahkan hadiah kepada para pemenang setelah rangkaian perlombaan selesai. Orang tua ikut ambil bagian dalam sejumlah lomba, sementara anak-anak tampak antusias menyaksikan sekaligus berpartisipasi.
“Yang kita bangun bukan sekadar suasana meriah. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, termasuk bagaimana orang tua bermain dengan sportif dan menghargai peserta lain,” kata Ny. Asy Noorhasyanah.
Menurutnya, keterlibatan orang tua memberi contoh nyata kepada anak. Nilai keberanian, kerja sama, dan menerima hasil perlombaan dapat dikenalkan melalui aktivitas sederhana.
“Menang tentu menyenangkan, tetapi anak juga perlu belajar menerima kekalahan tanpa kehilangan semangat. Itu bagian dari sportivitas yang harus dibiasakan sejak kecil,” ujarnya.
Wakil Ketua I DWP Kemenag Barsel, Ny. Jamilah Ismiradi, mengatakan keterlibatan orang tua membuat perayaan HUT RI lebih hidup. Anak-anak tidak hanya melihat guru sebagai contoh, tetapi juga belajar dari orang terdekat mereka.
“Ketika orang tua ikut lomba, anak-anak ikut terbawa semangat. Mereka belajar bahwa kebersamaan dan saling menghargai itu penting,” katanya.
Kepala RA Perwanida Buntok, Ny. Hj. Siti Marhamah Agus Salim, mengatakan keterlibatan orang tua dalam perlombaan membuat anak-anak semakin antusias. Menurutnya, kebersamaan tersebut juga memperkuat hubungan antara sekolah, peserta didik, dan keluarga.
“Anak-anak senang melihat orang tuanya ikut bermain dan berbaur bersama. Ini menjadi pengalaman positif bagi mereka sekaligus mempererat kebersamaan antara orang tua dan sekolah,” ujarnya.
Kegiatan di RA Perwanida sebagai lembaga pendidikan binaan DWP Kemenag Barsel pun menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan berani tampil, bermain sportif, dan tetap kompak meski hasil lomba berbeda.