Buntok (Humas) Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan dan DP3APPKB Barito Selatan mulai menyusun langkah bersama untuk mencegah pernikahan usia anak. Melalui koordinasi yang digelar di ruang Bimas Islam Kemenag Barsel, Senin (8/6/2026), kedua instansi membahas rencana sosialisasi yang akan menyasar pelajar guna meningkatkan pemahaman tentang risiko dan dampak pernikahan dini.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Barsel, H. Muhamad Irfan, menyampaikan bahwa pencegahan pernikahan anak tidak cukup hanya dilihat dari satu sisi, tetapi harus dipahami secara menyeluruh oleh generasi muda.
"Anak-anak perlu memahami dampak pernikahan usia dini dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hukum hingga agama. Karena itu edukasi harus diberikan secara utuh dan mudah dipahami," ujarnya.
Menurut Irfan, keterlibatan lembaga pendidikan dan keluarga menjadi faktor penting agar pesan pencegahan dapat diterima secara efektif oleh remaja.
"Tujuan akhirnya bukan hanya menunda usia perkawinan, tetapi membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan perencanaan hidup yang matang," katanya.
Dari pihak DP3APPKB Barito Selatan, koordinasi ini dilakukan untuk menyamakan langkah sekaligus memperkuat materi sosialisasi yang akan disampaikan kepada peserta didik.
"Kami ingin materi yang diberikan tidak hanya membahas risiko kesehatan dan sosial, tetapi juga didukung pemahaman hukum serta nilai-nilai keagamaan sehingga lebih komprehensif," ungkap perwakilan DP3APPKB Barito Selatan.
Pihaknya menilai kolaborasi dengan Kemenag menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran remaja terhadap berbagai konsekuensi yang dapat muncul akibat pernikahan di usia anak.
"Harapannya para pelajar memiliki pemahaman yang lebih kuat sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan terhindar dari risiko pernikahan dini maupun kenakalan remaja," lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut hasil koordinasi tersebut, Kemenag Barsel dan DP3APPKB berencana merealisasikan program edukasi terpadu dalam waktu dekat. Kegiatan perdana direncanakan menyasar pelajar tingkat sekolah menengah pertama, salah satunya di SMP IT Baiturahman Buntok, dengan materi pencegahan pernikahan usia anak yang mengintegrasikan perspektif kesehatan, sosial, hukum, dan keagamaan.