Buntok (Humas) Orang tua siswa RA Perwanida keluar sebagai juara tarik tambang dalam lomba HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar DWP Kemenag Barito Selatan bersama guru dan orang tua siswa, Minggu (16/8/2026).
Sejak pagi, seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP bersama guru serta orang tua siswa RA Perwanida mengikuti senam bersama. Suasana langsung berubah riuh saat tarik tambang dimulai.
Tarik tambang menjadi salah satu lomba yang paling menyita perhatian. Peserta saling adu tenaga hingga beberapa di antaranya terjatuh karena berusaha mempertahankan tim.
Ketua DWP Kemenag Barsel, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, mengatakan kegiatan tidak sekadar mengisi rangkaian HUT RI, tetapi juga mempertemukan DWP, guru dan orang tua dalam suasana yang lebih cair.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang. Kita ingin DWP, guru dan orang tua bisa bersama-sama membangun kebersamaan,” kata Ny. Asy Noorhasyanah.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam kegiatan bersama RA Perwanida. Kebersamaan tersebut diharapkan ikut mendukung hubungan positif antara sekolah dan keluarga siswa.
“Kita ingin kegiatan seperti ini terus menjadi ruang untuk saling mengenal, berkomunikasi dan bekerja sama,” ujarnya.
Wakil Ketua I DWP Kemenag Barsel, Ny. Jamilah Ismiradi, menyebut antusiasme peserta membuat perlombaan berlangsung meriah. Selain tarik tambang, peserta juga mengikuti lomba estafet sarung yang menuntut kekompakan.
“Estafet sarung ini kelihatannya sederhana, tapi ternyata membutuhkan kerja sama. Kalau tidak kompak, pasti kesulitan,” kata Ny. Jamilah.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam perlombaan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
“Yang kita bawa pulang bukan hanya hadiah, tapi juga rasa kebersamaan. Itu yang penting,” ujarnya.
Pada lomba tarik tambang, tim orang tua siswa meraih juara pertama. Guru RA Perwanida berada di posisi kedua, sedangkan DWP Kemenag Barsel meraih juara ketiga.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang oleh Kepala Kantor Kemenag Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin. Lomba pun berakhir, tetapi persaingan seru antara orang tua, guru dan DWP membuat perayaan HUT RI tahun ini terasa lebih hidup.