Babai (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karau Kuala melalui Pelaksana KUA Karau Kuala, Zainal Hakim, melaksanakan sosialisasi sekaligus pendampingan kepengurusan Majelis Taklim kepada masyarakat di Desa Babai sebagai upaya mewujudkan organisasi keagamaan yang tertib administrasi dan berdaya guna. Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran Majelis Taklim dalam menjalankan pembinaan umat secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Pelaksana KUA Karau Kuala, Zainal Hakim, mengatakan Majelis Taklim merupakan mitra strategis KUA dalam membangun kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. Karena itu, keberadaan kepengurusan yang jelas menjadi fondasi penting agar setiap program pembinaan berjalan lebih efektif.
"Majelis Taklim merupakan salah satu mitra strategis KUA dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di masyarakat. Kepengurusan yang tertib dan terorganisasi menjadi modal utama agar setiap program pembinaan dapat berjalan secara optimal," ujar Zainal.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembentukan struktur organisasi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi yang baik sebagai penunjang keberlangsungan kegiatan Majelis Taklim.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memahami pentingnya kepengurusan Majelis Taklim yang tertib administrasi, memiliki struktur organisasi yang jelas, serta mampu menjalankan fungsi pembinaan umat secara berkelanjutan. KUA hadir memberikan pelayanan, konsultasi, dan pendampingan agar proses tersebut berjalan sesuai ketentuan," katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, menilai pembinaan terhadap Majelis Taklim merupakan bagian dari tugas KUA dalam memperkuat layanan keagamaan di tingkat kecamatan.
Kerjasama antara KUA, pengurus, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar berbagai program pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.
"Pembinaan Majelis Taklim merupakan bagian dari penguatan layanan keagamaan yang menjadi tugas dan fungsi KUA di tingkat kecamatan. Kami berharap sinergi antara KUA, pengurus Majelis Taklim, dan masyarakat terus terjalin sehingga berbagai program pembinaan keagamaan dapat terlaksana secara berkesinambungan," ujar Fauzan.
Ia berharap seluruh Majelis Taklim di Kecamatan Karau Kuala memiliki kepengurusan yang aktif dan administrasi yang tertata sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran Islam yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami, seluruh Majelis Taklim di Kecamatan Karau Kuala memiliki kepengurusan yang aktif, administrasi yang tertib, dan mampu menjadi pusat pembelajaran Islam yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Babai mulai menyusun langkah pembentukan dan penataan kepengurusan Majelis Taklim sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendampingan dari KUA juga membuka ruang konsultasi bagi pengurus agar pengelolaan organisasi berjalan lebih tertib, memiliki program kerja yang jelas, dan mampu mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Penguatan kelembagaan Majelis Taklim diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Kecamatan Karau Kuala, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang lebih tertib, aktif, dan berkelanjutan.