Buntok (Humas) Kepala Seksi Pendidikan Islam, Zakirurahman bergerak cepat menyiapkan tiga agenda penting madrasah. Mulai dari penetapan peserta Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), persiapan MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027, hingga keikutsertaan madrasah dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026.
Didampingi stafnya, Yusuf Ramadhani Habibie, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barito Selatan, Zakirurahman, berkoordinasi dengan Kaur Tata Usaha MAN Barito Selatan, Kepala MTsN Barito Selatan, dan Kepala MIN 1 Barito Selatan.
Ia mengatakan koordinasi diperlukan agar seluruh madrasah memiliki kesiapan administrasi maupun teknis sebelum pelaksanaan setiap agenda.
"Peserta PJJ Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta harus benar-benar dipastikan. Jangan hanya terdaftar, tetapi siap mengikuti pelatihan sampai tuntas dan membawa hasilnya ke madrasah," ujarnya.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar program, melainkan pendekatan pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, adab, kepedulian, dan lingkungan belajar yang ramah.
"KBC harus hadir dalam cara guru mengajar, cara murid belajar, dan cara madrasah membangun lingkungan yang aman serta bernilai," katanya.
Selain itu, Zakirurahman meminta persiapan MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027 disusun lebih matang. Ia menilai masa ta'aruf harus menjadi momentum membangun budaya madrasah sejak hari pertama.
"MATAMUDA harus memberi pengalaman pertama yang positif bagi murid baru melalui pengenalan budaya madrasah, nilai keagamaan, disiplin, dan etika belajar," ucapnya.
Sementara itu, Kaur TU MAN Barito Selatan, Harianto, memastikan pihaknya siap mendukung pendataan peserta PJJ dan kebutuhan teknis pelaksanaan berbagai agenda tersebut.
"Dari sisi administrasi dan teknis, kami siap menindaklanjuti. Data peserta, kesiapan perangkat, sampai dukungan pelaksanaan di madrasah akan kami rapikan," katanya.
Harianto juga menilai Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan ilmu agama dengan sains melalui praktik penentuan arah kiblat.
Hasil koordinasi akan ditindaklanjuti dengan pemutakhiran data peserta PJJ, penyusunan konsep MATAMUDA 2026/2027, serta pemetaan kesiapan madrasah mengikuti Gerakan Nasional Rashdul Qiblat Tahun 2026.