Buntok (Humas) Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Miyah, menilai penguatan struktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu di daerah menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan layanan keagamaan berjalan lebih efektif dan menjangkau umat secara optimal.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Zoom Meeting bersama Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama RI melalui program Dirjen Menyapa dan Mendengar, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas pembentukan struktur Bimas Hindu di provinsi maupun kabupaten yang belum memiliki Kepala Seksi atau Penyelenggara Bimas Hindu, sekaligus menjadi forum koordinasi berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Menurut Miyah, keberadaan struktur organisasi yang jelas bukan sekadar urusan administratif, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada umat Hindu di daerah.
"Daerah yang belum memiliki Kasi atau Penyelenggara Bimas Hindu tentu menghadapi keterbatasan dalam koordinasi program dan pelayanan. Karena itu, pembentukan struktur ini menjadi kebutuhan yang sangat penting," ujar Miyah.
Ia mengatakan program Dirjen Menyapa dan Mendengar memberi kesempatan kepada daerah untuk menyampaikan kondisi riil yang selama ini dihadapi, mulai dari kebutuhan kelembagaan hingga tantangan pelaksanaan program pembinaan umat.
"Forum ini menjadi ruang komunikasi yang sangat baik karena daerah bisa menyampaikan berbagai kendala secara langsung. Dengan begitu, permasalahan yang ada dapat dipetakan dan dicari solusi bersama," katanya.
Miyah menilai pendekatan dialog yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimas Hindu menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendengar aspirasi daerah sebelum mengambil kebijakan yang berdampak pada pelayanan keagamaan.
"Kami melihat ada upaya untuk membangun komunikasi dua arah. Daerah tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan masukan yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat," tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap penguatan kelembagaan Bimas Hindu dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan pembinaan umat, khususnya di wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan struktur organisasi.
"Harapannya, hasil pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret sehingga pelayanan keagamaan Hindu di daerah semakin kuat dan semakin dekat dengan kebutuhan umat," demikian pungkas Miyah.
Dialog Bersama Dirjen, Penyuluh Hindu Kemenag Barsel Dorong Penguatan Struktur Bimas di Daerah
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
0 rating masuk.
0.0
0 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Layanan Keagamaan Hindu Kini Bertransformasi Digital, Miyah: Penyuluh di Daerah Bersiap Eksekusi Program Pusat
17 Sep 2026
Ikuti Rakor Pendidikan Madrasah, Kakankemenag Barsel Siap Tindaklanjuti Arahan Kakanwil
17 Sep 2026
Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development.
17 Sep 2026
Karya Kreatif Siswa MAN Barsel, Raih Perak di Ajang Nasional
16 Sep 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Layanan Keagamaan Hindu Kini Bertransformasi Digital, Miyah: Penyuluh di Daerah Bersiap Eksekusi Program Pusat
BUNTOK — Pelayanan keagamaan dan pendidikan Hindu di daerah memasuki babak baru. Penyuluh...
Penyuluh Bawa Pesan Bhagavadgita dalam Pitra Yadnya. Nurhati: Tradisi Kaharingan Tetap Terjaga
Buntok (Humas) – Pitra Yadnya bukan sekadar rangkaian ritual pemakaman. Bagi umat Hindu Kaharingan, pelaksanaannya juga menjadi bagian dari penghayatan ajaran agama dan pewarisan tradisi. Hal itu terlihat saat Penyulu...
Menembus Dinding Rutan Buntok: Kala Kitab Bhagavad Gita Jadi Kompas Jiwa Warga Binaan
BUNTOK – Dinding tebal Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok tak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk membenahi jernihnya pikiran. Melalui bimbingan spiritual yang intensif, Kementerian Agama Kabupaten B...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Dialog Bersama Dirjen, Penyuluh Hindu Kemenag Barsel Dorong Penguatan Struktur Bimas di Daerah
Dialog Bersama Dirjen, Penyuluh Hindu Kemenag Barsel Dorong Penguatan Struktur Bimas di Daerah
Buntok (Humas) Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Miyah, menilai penguatan struktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu di daerah menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan layanan keagamaan berjalan lebih efektif dan menjangkau umat secara optimal.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Zoom Meeting bersama Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama RI melalui program Dirjen Menyapa dan Mendengar, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas pembentukan struktur Bimas Hindu di provinsi maupun kabupaten yang belum memiliki Kepala Seksi atau Penyelenggara Bimas Hindu, sekaligus menjadi forum koordinasi berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Menurut Miyah, keberadaan struktur organisasi yang jelas bukan sekadar urusan administratif, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada umat Hindu di daerah.
"Daerah yang belum memiliki Kasi atau Penyelenggara Bimas Hindu tentu menghadapi keterbatasan dalam koordinasi program dan pelayanan. Karena itu, pembentukan struktur ini menjadi kebutuhan yang sangat penting," ujar Miyah.
Ia mengatakan program Dirjen Menyapa dan Mendengar memberi kesempatan kepada daerah untuk menyampaikan kondisi riil yang selama ini dihadapi, mulai dari kebutuhan kelembagaan hingga tantangan pelaksanaan program pembinaan umat.
"Forum ini menjadi ruang komunikasi yang sangat baik karena daerah bisa menyampaikan berbagai kendala secara langsung. Dengan begitu, permasalahan yang ada dapat dipetakan dan dicari solusi bersama," katanya.
Miyah menilai pendekatan dialog yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimas Hindu menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendengar aspirasi daerah sebelum mengambil kebijakan yang berdampak pada pelayanan keagamaan.
"Kami melihat ada upaya untuk membangun komunikasi dua arah. Daerah tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan masukan yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat," tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap penguatan kelembagaan Bimas Hindu dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan pembinaan umat, khususnya di wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan struktur organisasi.
"Harapannya, hasil pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret sehingga pelayanan keagamaan Hindu di daerah semakin kuat dan semakin dekat dengan kebutuhan umat," demikian pungkas Miyah.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
17 Sep 2026
Layanan Keagamaan Hindu Kini Bertransformasi Digital, Miyah: Penyuluh di Daerah Bersiap Eksekusi Program Pusat
BUNTOK — Pelayanan keagamaan dan pendidikan Hindu di daerah memasuki babak baru. Penyuluh Agama Hindu Kementer...
16 Sep 2026
Penyuluh Bawa Pesan Bhagavadgita dalam Pitra Yadnya. Nurhati: Tradisi Kaharingan Tetap Terjaga
Buntok (Humas) – Pitra Yadnya bukan sekadar rangkaian ritual pemakaman. Bagi umat Hindu Kaharingan, pelaksanaannya juga menjadi bagian dari penghayatan ajaran agama dan pewarisan tradisi. Hal itu terlihat saat Penyulu...
15 Sep 2026
Menembus Dinding Rutan Buntok: Kala Kitab Bhagavad Gita Jadi Kompas Jiwa Warga Binaan
BUNTOK – Dinding tebal Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok tak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk membenahi jernihnya pikiran. Melalui bimbingan spiritual yang intensif, Kementerian Agama Kabupaten B...