Buntok (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin bersama jajaran turun langsung membersihkan lingkungan kantor, mulai dari rumput liar, selokan hingga area halaman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran menjaga lingkungan melalui pendekatan Ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu perhatian Kementerian Agama.
Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini menuntut hadirnya kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat alam, dimulai dari lingkungan terdekat.
"Ekoteologi mengajarkan bahwa hubungan manusia dengan Tuhan harus tercermin dalam cara memperlakukan alam. Menjaga lingkungan bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan bersama," kata H. Hairil Saleh.
Ia menyebut perubahan besar selalu berawal dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan kerja perlu dibangun agar menjadi budaya yang melekat dalam keseharian pegawai.
"Kesadaran lingkungan tidak cukup disampaikan dalam diskusi atau sosialisasi. Harus ada tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan agar memberi dampak," ujarnya.
Kepala Subbagian Tata Usaha, Ismiradi, mengatakan lingkungan kerja yang bersih berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan dan kenyamanan masyarakat.
"Lingkungan yang terawat mencerminkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Masyarakat yang datang tentu akan lebih nyaman ketika area pelayanan bersih dan tertata," katanya.
Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan merawat lingkungan kerja dinilai menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.
"Kesadaran ekologis harus menjadi budaya bersama. Ketika setiap orang mengambil peran, dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan program sesaat," demikian pungkas Ismiradi.