Buntok (Humas) – Kesalahan data sekecil apa pun bisa berimbas pada penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) madrasah. Oleh karena itu, Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penguatan data lembaga RA/Madrasah Tahun 2026 secara daring, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan diikuti Kepala Seksi Pendidikan Islam Zakirurahman, Pengawas Madrasah, seluruh staf Pendis, Kepala Madrasah serta operator RA, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Barito Selatan. Rapat dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan.
Dalam arahannya, Kasi Pendidikan Islam Zakirurahman mengingatkan seluruh kepala madrasah dan operator agar tidak menganggap sepele validitas data lembaga. Menurutnya, kualitas data menjadi dasar berbagai kebijakan, termasuk penyaluran BOS dan BOP.
“Data yang benar menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai ada kekeliruan yang akhirnya menghambat layanan maupun pencairan bantuan,” ujar Zakirurahman.
Ia meminta setiap madrasah lebih teliti melakukan pembaruan data serta segera berkoordinasi jika menemukan kendala pada aplikasi maupun administrasi pendukung.
"Operator dan kepala madrasah harus saling berkomunikasi. Jangan menunggu sampai batas waktu baru memperbaiki data," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan rapat koordinasi tersebut sebagai sarana menyamakan persepsi agar tidak terjadi perbedaan dalam pengelolaan data BOS dan BOP di setiap madrasah.
“Gunakan forum ini untuk menyelesaikan permasalahan yang masih ditemui di lapangan. Jika ada yang belum dipahami, segera didiskusikan agar tidak menjadi kendala di kemudian hari,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang tertib administrasi karena data yang valid akan mempermudah proses pelayanan kepada satuan pendidikan.
“Madrasah harus membiasakan bekerja dengan data yang akurat, sehingga setiap kebijakan dan layanan dapat berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta juga melakukan evaluasi terhadap pengelolaan data lembaga RA dan madrasah serta mengatasi sejumlah kendala yang dihadapi operator di lapangan.
Hasil pembahasan akan menjadi bahan tindak lanjut bagi Seksi Pendidikan Islam untuk memperkuat kualitas data lembaga pada Tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan berharap seluruh madrasah semakin tertib dalam pengelolaan data sehingga pelaksanaan program BOS dan BOP dapat berjalan lancar, akuntabel, dan tepat sasaran.