Buntok (Humas) - Menteri Agama RI ke-25, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., melempar pesan tajam pada Breakfast Meeting Kementerian Agama, Selasa (4/8/2026) pagi. Ia meminta umat Islam tak lagi bergantung pada kucuran dana APBN atau APBD untuk menggelar berbagai kegiatan keagamaan.
Caranya jelas: hidupkan kekuatan zakat dan wakaf. Arahan dari Imam Besar Masjid Istiqlal ini langsung dicatat rapi oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi.
Bagi Sibawaihi, pesan tersebut bukan sekadar wejangan pagi, melainkan peringatan keras bagi jajarannya. "Ini adalah cambuk motivasi yang menghantam suasana perzakatan kita di Barito Selatan yang belum maksimal," ujarnya blak-blakan usai pertemuan.
Ia membeberkan realita di lapangan. Sampai detik ini, praktik pengumpulan hingga pendistribusian Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di Barito Selatan masih sering dikelola secara mandiri oleh individu.
Padahal, jika disalurkan dan dikelola bersama lewat lembaga resmi, dana umat bisa menjadi mesin penggerak yang jauh lebih kuat. Jika kekuatan finansial mandiri ini terbangun, umat tidak perlu lagi menadah tangan ke pemerintah setiap kali ingin menggelar hajat keagamaan.